Tuesday, March 17, 2009

Bahasa Jerman di Untan International Office


Iwan Siswanto-20-02-09

Tim Borneo Tribune dan Tribune Institute yang tampil adalah Pemimpin Redaksi H Nur Iskandar, Ketua Yayasan Tribune Institute, Dwi Syafriyanti, A. Alexander Mering, dan ketiga praktikan tersebut. Dari Untan, pemimpin International Office, Elfira dan stafnya Eka dan Sutarmadji.

Ketiga lembaga berkumpul di Untan untuk membicarakan sketsa MoU itu yang sejak rapat pertama pada Januari sudah disiapkan oleh Pak Elfira dan Tribune Institute. Perjanjian itu diharapkan untuk menjalankan kerja sama semua partai tersebut di atas. Di antara lain ada tujuan pertukaran mahasiswa, dosen dan staf, termasuk juga penelitihan serta publikasi bersama-sama.
Kami mahasiswa-mahasiswi dari Bonn sangat senang dengan pendirian hubungan formal dengan partai Untan pula, karena begitu ini kami boleh memakai perpustakaan Untan untuk menelitih dan mencari dosen dan mahasiswa-mahasiswi Untan yang memeriksa topik yang sama dengan topik ketertarikan kami.
Tiba-tiba pada rapat hari Rabu itu ada dua orang Indonesia yang masuk ke ruang kumpulan yang sangat menggembirakan kami praktikan dengan berbahasa Jerman yang sudah lancar. Pak Eka dan Pak Kurniawan selama sekitar 5 tahun kuliah di Jerman, satu di Freiberg dekat Dresden di Jerman Timur, dan satu di Aachen yang tidak jauh dari Köln dan Bonn di Jerman Barat. Sebab itu banyak bahasa Jerman dipakai di salah satu ruangan Untan.
Inilah keadaan yang dulu aneh sekali untuk kami, karena sampai sekarang bahasa Jerman belum pernah dipakai dengan orang Indonesia. Juga pemimpin International Office yang masih baru senang sekali dengan situasi ini. Bersama-sama kami tertawa ketika Dorina bertanya apa yang paling disukai mereka di Jerman, jawabannya: Oktoberfest - perayaan bir besar itu yang terjadi pada setiap bulan Oktober di München!
Kumpulan berikutnya telah ditetapkan di bawah atap Untan International Office berupa informal pada tanggal 27 Februari. Kami praktikan dari Jerman menanti-nantikan pertemuan tersebut untuk asyik bisa berbahasa Jerman dengan orang Indonesia lagi.

0 komentar:

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template 'Contemplation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP