Monday, March 16, 2009

MEMBERI HAK PADA HATI (NEVER GIVE UP II)

Dwi-mingggu pertama Januari

Sabtu pekan ini, di pagi hari aku tercegang melihat kenyataan bahwa beberapa orang temanku yang digadang-gadang menjadi advokat tahun ini kembali menelan kekecewaan, 4 kali pengalaman ikut ujian advokat tidak mampu mengantar mereka untuk lulus. Tentu saja kekecewaan ini tidak hanya milik mereka, tapi milik kami di kantor dan milikku juga yang berusaha menyemangati mereka selama ini.

Dan sabtu pekan ini, selepas magrib aku ingin meloncat setinggi yang kubisa, aku begitu bahagia karena sahabatku, Ambo baru saja menyelesai ujian tesisnya dia bilang seperti baru melahirkan anak, ”legaaaa.. minta ampun..” tambahnya dengan tawanya yang paling renyah. Yah, tentu saja kebahagian dan kelegaan itu tidak hanya milik Ambo semata, tapi juga milik kami di kantor dan milikku juga sebagai sahabat dan teman kuliah, kami masuk pada tahun yang sama beberapa tahun yang lalu dan aku selesai lebih dulu. Dan sekarang tidak penting soal itu, yang penting kami bahagia...

Itulah 2 hal yang sungguh bertolak belakang terutama pada tataran rasa, Subhaallah 2 rasa yang datang dalam 1 hari. Sebagian orang mungkin menganggap ini biasa, tapi buatku ini sungguh luar biasa, tak kala 2 rasa yang berbeda mesti diterima secara bersama-sama, setidaknya buat kami dan buatku, karena buat 2 orang temanku yang tidak lulus advokat pastilah ini rasa sedih mendalam yang tidak akan terhapus begitu saja karena Ambo selesaikan S2 nya, sementara buat Ambo ini tetaplah kebahagian mendalam yang sampai hari ini terasa begitu indah, emm..menyandang gelar S2, pastinya membanggakan yang tidak begitu saja hilang hanya karena 2 orang diantara kami kembali gagal menjadi advokat. Tapi kawan aku tidaklah sedang menarikmu pada soal empati, solidaritas atau sejenisnya, tapi ini adalah soal hak menikmati rasa, rasa apapun itu.

Aku adalah saksi kegigihan 2 temanku yang belum berhasil jadi advokat itu saat ini, aku menyaksikan ke-2 nya tekun belajar, diskusi, latihan menyelesaikan contoh soal-soal ujian, dan merekapun berbekal doa restu dari semua yang mengenal mereka, lengkap sudah. Maka sungguh hak bagi mereka untuk bersedih dan kecewa apabila setelah semua yang dilakukan belum menghasilkan sesuatu yang mereka harapkan. Tapi sesungguhnya, 2 temanku itu masih memiliki kesempatan untuk kembali ikut ujian advokat pada kesempatan lain, jika memang masih bertetap hati pada keinginan semula, atau bisa saja ini langkah awal untuk menekuni bidang lain dalam hal profesi dan pekerjaan, mungkin memberi hak pada hati untuk bersedih tidaklah soal, tapi akan lebih bijak jika mencoba persempit ruang di hati untuk tidak senantiasa bersedih dan kembali menata masa depan yang sesungguhnya masih luas terbentang...

Dan aku adalah saksi kegigihan serta ketekunan Ambo menempuh kuliahnya di Program Magister Ilmu Hukum Untan. Kami ber2 adalah sahabat yang saling memberi dan menerima, saling mengisi dan mengasihi baik di kantor atau di kampus. Kami ber2 pun adalah orang-orang yang belajar menghargai ilmu pengetahuan, buat kami pergi kuliah tidak hanya memenuhi persentase daftar hadir, yang terpenting adalah mencari ilmu pengetahuan dan menjadi orang yang berguna dan bermanfaat karena itu adalah tujuan sederhana kami. Dan sekarang, saat Ambo berhasil menyelesaikan kuliah dan tesisnya tentu saja Ambo pantas mendapatkannya, itulah hasil perjuangan yang menyenangkan, tentu memberi hak pada hati untuk berbahagia tidaklah soal, tapi akan lebih bijak jika melanjutnya pada rasa bahwa ilmu pengetahuan adalah cara mengapai kebaikan demi kebaikan dalam hidup.

Maka buat 2 kawan yang belum berhasil jadi advokat, majulah terus..jangan berhenti berharap, semoga Tuhan sudi kiranya memeluk harapan kalian.
Dan buat sahabatku Ambo selamat atas gelar baru, sejatinya ilmu adalah amanah sobat, selamat berjuang...

Dan ketika semua rasa telah memperoleh haknya untuk bersemayam di hati, maka tinggal kita yang senantiasa berlaku adil pada kewajiban untuk bisa mengolahnya menjadi hal yang memperkaya batin bahwa indahnya hidup karena ia senantiasa berwarna warni..

0 komentar:

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template 'Contemplation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP